Tuesday, 26 June 2018
Syukur
Saat ada yang bisa punya motor sendiri dan saya tidak, saya bersyukur ada ibu yang bisa mengantar saya dan ongkos yang cukup untuk naik angkot.
Saat ada yang punya novel banyak dan saya tidak, saya bersyukur kampus saya punya fasilitas perpustakaan yang isinya tidak hanya buku nonfiksi.
Saat ada yang tinggal di rumah pinggir jalan dan tidak berdempetan di dalam gang dan tidak seperti saya, saya bersyukur orang tua saya mampu menaungi anak-anaknya dari hujan dan panas.
Saat ada yang punya cukup waktu istirahat setelah pulang kuliah dan saya harus mengajar privat demi sedikit upah, saya bersyukur ilmu saya berguna untuk mereka dan kami.
Bersyukurlah, maka Allah akan menambah nikmat-Nya.
Monday, 26 March 2018
Me Vs Disk 100% Windows 10
Sunday, 28 January 2018
Markibung!
Monday, 22 January 2018
Hi Blogspot
Long time no see.
I'm going to Bakaru this morning, search it on Google so you'll know where it is located. I'll be there insya Allah for five days, such a looong time. I'll be doing assets stocktaking with five others. And you know the horrible part (if staying there for almost a week is not horrible enough), there are more than one thousand assets! If it's not a teamwork, there is no way we can make it in only five days. If it's not with some strong men, there is no way we can go looking for assets in a building with more than five floors (no offense to woman, but that's the fact).
Alright, I'm taking off.
Tuesday, 26 December 2017
I know you might not like it
I was a fangirl of a boyband group. I loved them like I knew them. I talked about them to friends like we all knew each other. I had even been familiar with every member’s voice. I did make a fiction story about them, like I really knew their characters.
It was very long time ago. Now I don’t even care they plan a comeback concert in 2018, I didn’t, until a shocking news spreaded. One of the members committed suicide. I didn’t cry–my lil sis did, later she finally told me that she did cry, a bit though. I was just a bit surprised. He was the type of talkative member, lots of laughter, smile, joking around, yeah he was, like years ago when the last time I watched their shows. Knowing he committed suicide is like…really…?
Since yesterday I’d looked around youtube for their old videos. I know it’s silly, yet I can’t help it. My sis and I even chatted on Whatsapp–one of the longest convo ever–she still likes the group. We talked about them, I asked her not to cry cause suicide is unforgivable in our religion, so don’t cry for such a death. She knows it. She just told me that he was depressed. Okay, I feel sorry for it, I was asking where his friends, the other members. My sis said it seemed to be a depression after his solo concert this year. I even feel more sorry. Nobody ever wants to be lonely. I don’t know exactly what he was facing, but one I know that depression arises from loneliness.
I know you might not like what I’m doing. I just want to tell you the other side of mine that you might never know. Sometimes I do silly, unimportant, and unfaedah things.
Sunday, 17 December 2017
Diklat Prajabatan PLN Angkatan 49 (Part 2)
Dari Lembang, kami dibawa ke Udiklat Bogor untuk selanjutnya mengikuti Pengenalan Perusahaan. Kami akan segera mendapat pembelajaran singkat mengenai proses bisnis PLN selama empat hari.
Inilah masa-masa penggemukan. Kami tidak banyak dituntut mengerjakan macam-macam. Hanya belajar, belajar, dan belajar. Makan terjamin lima kali sehari. Sarapan, snack pagi, makan siang, snack sore, dan makan malam. Olahraga setiap habis subuh dan sore hari, itu pun tidak terlalu berat bila dibandingkan saat kesamaptaan.
Saya dan sekitar 50 orang lainnya dapat tempat OJT di Lombok, yeay. Luar biasa senangnya waktu itu. Sudah terbayang pantai-pantai yang asyik untuk disinggahi, kebetulan saya suka banget main air, padahal nggak bisa renang, huu
Thursday, 9 November 2017
Bimbang
Meja kerja tak berbentuk, ruangan dingin penuh hawa AC 20 derajat celcius
Sumpah, gue emang kangen banget sama bocah ini.
Julia memandangi selembar foto yang menempel di balik kaca meja kerjanya. Lima sahabat semasa SMA yang tidak akan pernah dilupakan Julia. Kelimanya duduk lesehan di sebuah cafe, Julia yang memang paling centil, yang mengambil foto selfie. Hilarious. Tempat tak terlupakan.
Apa dia masih sebocah waktu dulu?
Atau sudah berubah lebih dewasa?
Ah iya, seharian belum sempat cek email gara-gara rekonsiliasi foto-foto aktiva yang bikin mata juling.
Halaman muka email memenuhi seluruh layar laptopnya. Di paling atas kotak masuk, ada sebuah nama pengirim yang sangat dinanti-nantikan Julia.
Sidharta.
Julia deg-degan.
Sekilas awalnya matanya menguarkan kesal dan sesal telah mengirim email itu. Sid memang selalu menyebalkan.
Namun bagian NB selalu berhasil membalikkan suasana.
Pipi Julia memerah. Ingin segera ia balas email itu. Sedetik kemudian ia ragu.



