Pada tanggal 10 September 2018, akhirnya kami putuskan untuk tetap berangkat ke Lombok, mengesampingkan kondisi di sana yang sedang darurat gempa.
Pukul 8 pagi kami berangkat dari rumah di Sumedang menuju bandara Hussain Sastranegara. Penerbangan kami pukul 10 pagi, lumayan mepet, tapi alhamdulillah lancar hingga sempat menunggu di ruang tunggu bandara sekitar 15 menit sebelum pengumuman panggilan boarding.
Akibat sok-sok-an cuma makan sedikit sebelum berangkat tadi, perutku keroncongan selama menunggu di bandara. Tapi aku tidak bilang apa-apa sama mase, aku cuma bilang haus. Eh tiba-tiba dia bilang mau ke Roti O. Dan pas datang, dia beli 1 botol air mineral, 1 roti O yang bulat, dan 1 roti keju yang enak banget yang aku tidak tahu namanya apa. Pikirku, "Jadi gini rasanya dijajanin suami." Nyaww...
Sekitar pukul 1 siang WITA, kami sampai di bandara Denpasar, transit dulu beberapa jam. Akhirnya di tempat inilah kami melepaskan rasa lapar di sebuah kedai soto madura, hmm... lupa namanya apa. Yang pasti sih harganya buat kami berdua itu cukup mahal, seporsinya sekitar 50 ribu. Isinya juga sedang-sedang saja, ga terlalu banyak juga. Tapi untuk rasanya, muantep, pas banget di lidah, tidak terlalu asin tapi juga tidak hambar.
Setelah delay satu jam, akhirnya kami mendengar panggilan boarding pesawat menuju Lombok. Yay, here we go! I can't wait to get lost with him in Lombok!!
So that is what Glowhm means...
Thursday, 20 September 2018
Wednesday, 25 July 2018
Pre-Glowhm
Anaknya tuh jarang main jauh-jauh, malah nggak pernah. Pertama kali ngerasain main jauh dan sendirian tuh ya waktu ke Lombok. Nggak tanggung-tanggung, si anak yang nggak pernah main jauh ini tinggal di Lombok selama tiga bulan. Kebayang kan, kayak apa noraknya ini anak pas selama di sana.
Dan nggak sampai dua bulan dari sekarang, si anak bakal mengunjungi kota penuh memori ini lagi. Kali ini nggak sendirian,ya walaupun yang sebelumnya juga nggak sendirian sih. Kali ini si anak bakal main bareng suaminya. Iya, si anak bakal udah nikah...nanti saat di Lombok, insya Allah.
Eh iya, judul postingan ini kok alay banget sih. Nanti kapan-kapan kuceritain tentang itu. Biar tulisan ini bersambung. Biar penulisnya semangat nge-blog.
Dan nggak sampai dua bulan dari sekarang, si anak bakal mengunjungi kota penuh memori ini lagi. Kali ini nggak sendirian,
Eh iya, judul postingan ini kok alay banget sih. Nanti kapan-kapan kuceritain tentang itu. Biar tulisan ini bersambung. Biar penulisnya semangat nge-blog.
Monday, 26 March 2018
Me Vs Disk 100% Windows 10
Sebal sekali saat
sedang ‘asyik’ kerja, tiba-tiba laptop nge-freeze dan nggak bisa diapa-apakan.
Jalan satu-satunya adalah mematikan paksa dengan menekan tombol power sampai
layar mati. Beberapa waktu lalu saya pernah berkonsultasi dengan petugas IT di
kantor. Dia lalu membuka Task Manager dan menunjukkannya kepada saya, katanya itu
gara-gara Memory yang mencapai 100% saat
digunakan. Akhirnya saat itu beberapa aplikasi di-uninstall oleh petugas
tersebut. Selama beberapa minggu laptop saya kantor itu baik-baik saja, tidak pernah
nge-freeze lagi.
Dan hari ini saya
muak dengan tingkah nge-freeze-nya yang kembali kambuh, padahal baru pukul 9
pagi, belum kerja berat, aplikasi yang dibuka baru satu jendela windows
explorer dan beberapa file excel, ditambah browser berisi 5 tabs. Untuk laptop
dengan RAM 8GB, berprosesor Intel Core i7 quad-core masing-masing 2,5Ghz,
sepertinya sungguh keterlaluan jika harus stuck
untuk pekerjaan remeh begitu. Akhirnya saya teringat diagnosa petugas IT
beberapa minggu lalu. Saya buka Task Manager dan menemukan angka pada Disk
mencapai 100%. WTFrenchFries, kok bisa. Lalu saya meng-Google permasalahan ini,
dan menemukan sebuah website menawarkan 8 metode mengatasi Disk 100% pada Task Manager. Kamu
bisa cek DI SINI.
Setelah saya
baca-baca, saya hanya berani melakukan metode ke-7, Fix your storAHCI.sys
drivers. Namun, setelah saya ikuti langkah-langkah di metode ke-7 dan
menyalakan ulang laptop, Disk saya masih menunjukkan angka 100%, padahal posisinya baru
dinyalakan, belum ada aplikasi yang saya buka, kecuali Task Manager untuk
mengecek kapasitas Disk.
Saya membaca
ulang halaman website yang tadi dan akhirnya memutuskan untuk mencoba metode ke-4,
Reset virtual memory. Hasilnya? Sukses. Disk menunjukkan angka normal, tidak
100% tanpa sebab lagi.
Seperti biasa,
ini baru postingan pengantar saja, curhat dulu, senang gara-gara berhasil menang perang sama Disk 100%, wkwk.
Tutorialnya akan saya post sepulang kantor, insya Allah.
Sunday, 28 January 2018
Markibung!
Dari dulu saya sukaaa sekali sama buku. Saya lebih milih main ke toko buku daripada main ke Timezone. Bacaan favorit saya jaman SD adalah majalah Bobo, seneng banget ngoleksi itu sampai pernah berdoa agar bisa berlangganan Bobo selamanya. Saya juga suka baca komik dan novel ringan, sampai saya daftar jadi anggota Taman Bacaan Lovy. Biasanya saya pinjam One Piece, Kobochan, Monika, kumpulan cerpen, Goosebumps, daan masih banyak lagi, entahlah saya lupa.
Mulai SMP saya belajar baca novel yang lebih tebal. Perkenalan pertama dengan Harry Potter and The Chamber of Secret. Saya baca itu setelah berkunjung ke rumah teman dan malah diajak nonton film Harpot, eh suka, eh ketagihan. Kebetulan om saya dulu pernah punya perpustakaan kecil-kecilan, dan salah satu koleksinya itu serial Harpot. Saya menemukan novel kedua serial Harpot itu terbengkalai di rak bawah meja tamu, makanya saya bawa saja tanpa izin si pemilik, hhe.
Zaman berubah, teknologi mulai menguasai setiap lini kehidupan. Smartphone menjamur, semua orang dari anak-anak sampai kakek-nenek sudah terbiasa dengan barang satu ini. Dampak positifnya, sekarang informasi apapun sangat mudah didapat melalui layar kecil itu. Dampak negatifnya, itu terlalu mudah, membuat otak kurang berlatih, kurang nge-gym. Apa yang ada di smartphone juga sering membuai si pemilik, salah satunya games. Saya ikut merasakan dampak negatif itu. Saya sadar perubahan pada hobi saya. Saya sudah kurang terbiasa lagi membaca novel-novel tebal, kalaupun saya baca, pasti memakan waktu lama, padahal dulu Harry Potter and The Goblet of Fire saya habiskan kurang dari seminggu.
Saya tidak ingin generasi saya selanjutnya terkena dampak negatif smartphone. Saya harus membuat mereka senang membaca, haus akan ilmu, belajar sungguh-sungguh, berpikir hingga lelah, berkarya seorisinal mungkin, bukan asal copy-paste dari hasil pencarian di Google, mencontek itu namanya, no no no, tidak boleh.
Dan saya menemukan hal-hal menggemaskan ini.
Saya tidak sabar membeli itu semua, saya tidak sabar membacakan cerita-cerita, menemani mereka bermain sambil belajar, menjawab pertanyaan-pertanyaan polos yang mengejutkan, pokoknya saya ingin memberikan yang terbaik pada masa golden age-nya. Tidak murah, tapi bukan sesuatu yang terlalu mahal untuk investasi jangka panjang. Saya akan usahakan yang terbaik. Markibung, mari kita nabung!
Monday, 22 January 2018
Hi Blogspot
Long time no see.
I'm going to Bakaru this morning, search it on Google so you'll know where it is located. I'll be there insya Allah for five days, such a looong time. I'll be doing assets stocktaking with five others. And you know the horrible part (if staying there for almost a week is not horrible enough), there are more than one thousand assets! If it's not a teamwork, there is no way we can make it in only five days. If it's not with some strong men, there is no way we can go looking for assets in a building with more than five floors (no offense to woman, but that's the fact).
Alright, I'm taking off.
Subscribe to:
Posts (Atom)



